Di sela- sela jam kantor seorang sahabat bertanya padaku mengenai kesiapanku untuk memulai langkah dalam menyempurnakan setengah dien.
“Aish dah siap yah?”
Aku pun hanya tersenyum tanpa menjawab.
dan pertanyaan itu tidak langsung pergi dari pikiranku.
*****************************************************************
Sore hari, ketika terdiam di bangku kosong metromini yang membawaku pulang.
Sejenak aku teringat pertanyaan sahabatku tadi siang
Aku pun terdiam dan berpikir sejenak.
[apa indikator seseorang dikatakan siap untuk menyempurnakan setengah dien dan melaju berjuang bersama orang yang dipertemukan Allaah dengannya ini...]
hmm…
huff…
tak ku temukan jawabnya…
tapi hati kecilku berkata:
“Ketika orang lain bertanya “kapan aku siap?” mungkin hanya ku jawab dengan senyuman.
Tapi ketika saat itu tiba, insya Allaah aku akan tahu. This is my turn.