Monolog Hati


09 Februari, 2010. Menjelang Azan Dzuhur,

Ketika kesedihan, bimbang danĀ  kesendirian menghiasi sebagian sisi hidup.

kala itu teringat tausyiah dari salah satu sahabat yang belum pernah ku temui di dunia nyata.

Cobalah untuk ber- monolog dengan diri sendiri, renungkan nikmat Robb mu yang begitu besar. Tak sebanding dengan kesedihan, kebimbangan dan kegalauan yang hadir sebagai ujian atas kesabaran. Jika kau telah temukan jawaban dari segala pertanyaan yang ada di benakmu, maka kau telah berhasil melakukan monolog hati

***********

Yup… sejak itu aku berkenalan dengan monolog hati, dan blog ini menjadi cerminannya.

Mengeluh tak akan menyelesaikan masalah, yang harus dilakukan adalah bergegas untuk menyelesaikan atau berlari menjauhinya.

Namun untuk pilihan yang kedua, aku tak menyarankan.

Jazakallaahu khoyr sahabatku, semoga Allah ta’ala selalu melindungimu.

Satu Respon untuk Monolog Hati

  1. aishbintiachmad berkata:

    mizz them soo much…

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s